Where Dolls Hang: Investigasi Hilangnya Pendaki di Hutan dengan Boneka Hidup
Steelkrill Studio, pengembang di balik Customers From Hell dan The Backrooms 1998, memperkenalkan game horor terbaru mereka yang berjudul Where Dolls Hang. Game ini menempatkan pemain dalam peran seorang Detektif yang ditugaskan untuk mengusut misteri hilangnya para pendaki di sebuah area hutan. Misi ini terasa personal karena anak perempuan dari sang Detektif juga lenyap di lokasi yang sama, menambahkan lapisan emosional yang mendalam pada petualangan yang sudah menegangkan. Pemain harus mengumpulkan berbagai petunjuk, memeriksa kondisi jenazah, menandai bukti di tempat kejadian perkara, serta mendokumentasikan temuan menggunakan kamera. Untuk informasi lebih lanjut tentang game horor indie yang menggabungkan investigasi dan elemen supernatural, kunjungi budi4d yang selalu menyajikan konten menarik.
Selain aspek investigasi, Where Dolls Hang menyediakan fitur mekanis pendukung seperti membangun markas dan merakit senjata atau peralatan tertentu. Pemain juga dapat melakukan modifikasi pada perahu yang menjadi sarana transportasi utama untuk menyusuri sungai hutan. Sistem pergantian siang dan malam menjadi elemen krusial yang memengaruhi jalannya permainan, di mana boneka-boneka yang tersebar di area hutan akan bertransformasi menjadi makhluk hidup yang memburu pemain. Ancaman ini berlangsung sepanjang waktu, namun tingkat bahaya akan meningkat drastis saat malam hari tiba. Terinspirasi dari objek wisata Isla de las Muñecas atau Pulau Boneka Mati di Meksiko yang terkenal dengan koleksi boneka-boneka yang menggantung di pepohonan, Where Dolls Hang menawarkan pengalaman horor yang unik dengan latar yang jarang dieksplorasi dalam game indie.
Yang bikin Where Dolls Hang menarik adalah elemen investigasi yang terasa seperti detektif sungguhan. Pemain harus memeriksa jenazah, menandai bukti, dan mendokumentasikan temuan—semua terasa seperti adegan di film kriminal. Tapi ditambah dengan elemen supernatural dari boneka-boneka yang hidup, ini jadi kombinasi yang seru.
Inspirasi dari Isla de las Muñecas juga bikin setting game ini terasa lebih autentik dan mencekam. Pulau boneka di Meksiko memang terkenal angker di dunia nyata, dan melihatnya diadaptasi ke dalam game bikin pengalaman horor terasa lebih “nyata” dalam artian yang menyeramkan.
Sistem siang-malam yang memengaruhi bahaya juga bikin strategi bermain jadi lebih penting. Siang hari mungkin lebih aman buat investigasi, tapi malam hari adalah saat di mana boneka-boneka itu aktif dan bahaya meningkat drastis. Pemain harus bijak mengatur waktu.